BERPENGHARAPAN SAMBIL BERJAGA-JAGA DENGAN SETIA

By Admin

07 November 2020

Artikel Gerejawi



    Matius 25:1-13 Saudara terkasih, bacaan Injil kita hari ini yang terambil dari Matius 25:1-13 bercerita mengenai perumpamaan tentang lima gadis yang bijaksana dan lima gadis yang bodoh. Perumpamaan ini hanya dituliskan oleh Injil Matius dan dengan sengaja ditempatkan sesudah percakapan Yesus tentang akhir zaman. Tujuannya, untuk menggambarkan apa yang mesti kita lakukan di dunia ini seraya menantikan kedatangan Tuhan Yesus kembali. Melalui perumpamaan ini, kita sebagai orang percaya diajak untuk berjaga- jaga seperti yang dilakukan oleh lima gadis yang bijaksana tersebut. Kita diteguhkan untuk senantiasa mempersiapkan segala sesuatunya (kehidupan spiritualitas) kita di dunia ini, sehingga pada saat waktu-Nya tiba, kita siap menyambut-Nya. Lalu apa yang perlu kita persiapkan didalam masa penantian itu ? Perlu kita ketahui bahwa dalam Perjanjian Lama, kata “minyak” sering diartikan sebagai Roh Allah. Jadi, persiapan tersebut kita lakukan dengan cara mengisi hati kita dengan firman Tuhan dan berelasi intim dengan Tuhan sehingga Roh Allah berkuasa dalam hidup kita. Roh inilah yang akan menolong dan membimbing kita untuk menjadi orang percaya yang terus melakukan pertobatan dan siap berjumpa dengan Tuhan. Dengan demikian, meskipun didalam proses penantian itu kita bisa menjadi “lelah”, tetapi kita tetap memiliki persediaan dan tetap siap menyambut kedatangan Tuhan. Dan hal ini tentunya berbeda dengan perumpamaan ke lima gadis yang bodoh. Meski mereka tidak disebutkan berbuat jahat, namun mereka tidak membawa persediaan minyak. Itu artinya, hidup mereka meskipun dalam status sebagai orang percaya, namun hidup mereka tidak dikuasai oleh Roh Kudus. Saudara terkasih, kita diajak untuk memersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan yang datangnya tidak kita ketahui. Persiapan tersebut tentunya membutuhkan keteguhan hati bagi setiap kita untuk mampu menjalaninya dengan tekun dan setia. Karena didalam masa penantian kita di dunia ini ada begitu banyak pilihan yang menggoda di depan kita, yang bisa menjerat kita menjauh dari Tuhan. Persiapan tersebut semestinya juga disertai dengan semangat hidup, berpengharapan, yang disertai sikap berjaga-jaga dengan setia. Sehingga ketika minyak dalam pelita tersebut habis, maka pelita kita tidak menjadi padam. Pelita kita tidak menjadi padam, karena kita memiliki persediaan. Maka mari kita senantiasa berpengharapan sambil berjaga-jaga dengan setia sampai waktu-Nya tiba, dan pada akhirnya kita akan menyongsong masa penantian dengan kemenangan dan sukacita Kristus. Amin (Amelia)

Link Sumber