AKU PERCAYA MAKA AKU BERSAKSI

By Admin

19 April 2020

Artikel Gerejawi



    Di antara 12 murid Yesus, mungkin Tomas dapat digolongkan orang yang sulit. Ketika murid-murid Yesus yang lain dengan semangat mengatakan “kami telah melihat Tuhan, Tomas malah bersikap dingin. Bahkan Ia berkata, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Bayangkan, sudah diberikan kabar gembira, mengharapkan ia juga bergembira mendengarnya, ternyata malah tidak percaya! Tomas adalah jenis orang berpikiran buruk atau juga sering disebut ‘negative thinking’. Orang yang demikian kalau melihat sesuatu, yang dilihat hanya sisi gelapnya. Selalu pesimis. Ada orang yang baru pulang wisata ke luar negeri. Ia ditanya, “bagaimana perjalanannya?” Jawabnya : “capek!” Yang berkesan hanya lelahnya. Ada orang dapat promosi untuk naik jabatan. Orang mengucapkan : “wah selamat ya, naik pangkat!” Jawabnya : “Dikira naik pangkat itu enak?!” Ada orang ulang tahun. Orang mengucapkan : “Wah selamat tambah umur setahun lagi.” Jawabnya : Bukan tambah umur, tetapi berkurang umur setahun lagi!” Ibarat sebuah gelas berisi setengah penuh, dibilang setengah kosong. Inilah contoh orang yang pesimis dan berpikiran buruk. Tomas adalah tipe yang seperti itu. Curiga dan tidak gampang percaya. Sungguh tidak menyenangkan bergaul dengan orang-orang seperti ini. Karena itu, kita pantas bertanya : orang yang pesimis dan berpikiran buruk seperti Tomas, mengapa dipilih Yesus? Mungkin kita lebih memilih menghindari dan menjauhi orang seperti Tomas. Di sinilah perbedaan Yesus dengan kita. Semua jenis orang diterima oleh Yesus. Semua orang diberi kesempatan untuk menjadi murid-muridNya. Termasuk Yudas, si pengkhianat. Termasuk Petrus, si pengecut. Sebab Yesus bagaikan ‘Sang Gembala’. Kalau pun ada ‘domba’ yang nakal atau kurang ajar, tetap saja diperlakukan sebagai domba! Ini tidak berarti, jika Yesus menerima semua orang, kita bisa dan boleh berlaku sembarangan. Bukan begitu! Ingatlah perumpamaan Yesus tentang perumpamaan tentang perjamuan kawin (Matius 22:1-14). Ketika yang semestinya diundang tidak mau datang, lalu raja itu mengundang para pengemis, gelandangan dan sebagainya. Mereka sema diberi kesempatan. Namun ketika ada yang datang dengan sembarangan, dia diusir. Dianggap tidak menghargai kesempatan yang diberikan, bahkan dihukum karena dianggap menghina Tuhan.Di dalam hidup kita, kadang-kadang kita bertemu dengan orang-orang yang sulit seperti Tomas. Tetapi Yesus telah memberi teladan bagaimana menghadapi orang seperti Tomas. Pertama, orang sulit seperti Tomas, jangan langsung disingkirkan. Ingatlah bahwa Yesus tetap menerima dan berkenan menjumpai Tomas. Kedua, orang sulit seperti Tomas justru harus terus dirangkul. Yesus memperlakukan setiap orang sesuai dengan sifat dan karakter masing-masing. Ada yang harus diperlakukan lembut, tetapi ada juga yang harus diperlakukan dengan keras seperti Petrus. Karena itu, yesus juga merangkul Tomas sesuai dengan karakternya. Dan sifat Tomas adalah tidak mungkin datang kepada Yesus, maka Yesuslah yang datang kepadanya. Ketiga, orang sulit seperti Tomas dapat dilembutkan hatinya dengan kesabaran dan dengan bukti tindakan. Ketika kita menghadapi orang yang keras hati seolah-olah tidak mau percaya, hadapilah dengan kesabaran dan bukti tindakan. Mengapa televisi jauh lebih diminati daripada radio? Karena melalui televisi kita dapat melihat, sedangkan melalui radio kita hanya mendengar. Demikian pula ketika kita menghadapi orang yang sulit percaya kepada Kristus, yuang paling penting bukan terus menerus mengkotbahinya. Namun seperti tindakan Yesus kepada Tomas : datangi dengan kesabaran dan lembat lembut, “damai sejahtera bagi kamu!” Dan buktikanlah apa yang ingin ia percayai melalui diri kita! Buktikan melalui hidup kita bahwa orang Kristen memiliki nilai lebih. Tunjukkan diri kita sebagai orang Kristen yang panta membuat mereka tertarik. Dan ternyata, orang yang sulit seperti Tomas sekalipun ada sisi baiknya. Setiap orang pasti punya kelebihan. Sebab itu, kalau menilai orang, jangan hanya melihat sisi buruknya. Apa sisi positif Tomas? Sekali ia percaya, ia akan percaya sungguh-sungguh! Tidak gampang goyah. Beda dengan Petrus : gampang percaya tetapi juga gampang goyah. Amin.

Link Sumber