PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN

By Admin

14 March 2020

Artikel Gerejawi



    Yohanes 4:5-42 Setiap manusia pasti pernah mengalami sebuah perjumpaan. Berjumpa dengan orang baru, pengalaman baru, suasana baru, perasaan baru, kebiasaan baru, pemikiran baru dll. Dalam setiap perjumpaan itu pastilah ada suatu hal yang bisa kita dapatkan. Dan menariknya lagi, tidak hanya hal baru yang didapatkan tetapi juga bisa menghadirkan perubahan dalam kehidupan seseorang. Contohnya, ada beberapa orang yang merasa bahwa dirinya mengalami transformasi melalui sudut pandang dan pengalaman yang dituangkan oleh penulis dalam buku yang ia baca. Atau ada juga orang yang merasa diubahkan ketika mendengar cerita atau kesaksian hidup dari saudara-saudara kita dalam kehidupannya. Dan kisah mengenai perjumpaan yang mampu mengubahkan inilah yang sekiranya juga dialami oleh orang-orang Samaria, yang bermula dari perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria seperti dalam bacaan Injil kita minggu ini. Pada masa itu orang Samaria dianggap sebagai golongan rendah oleh orang Yahudi. Namun Yesus sebagai orang Yahudi justru menyapa dan berinteraksi dengan perempuan Samaria. Percakapan yang terjadi antara Yesus dengan perempuan Samaria tentu menjadi peristiwa yang langka sekaligus istimewa. Perlu kita ketahui bahwa perempuan Samaria yang bercakap dengan Yesus juga merupakan orang yang dianggap rendah didesanya. Oleh sebab itulah ia keluar kesumur dan menimba air diwaktu siang ketika tidak ada seorangpun yang akan ditemuinya disumur itu, hingga akhirnya ia berjumpa dengan Yesus yang menyapanya, meminta air kepadanya, dan juga berdialog denganya. Perjumpaannya dengan Yesus membawa perubahan, baik perubahan wawasan melalui dialog teologisnya, maupun perubahan bagi hidupnya. Dalam injil Yohanes banyak kita jumpai kisah-kisah orang yang hidupnya diubahkan ketika mengalami perjumpaan dengan Yesus. Seperti kisah perempuan Samaria ini yang memberitakan pengalamannya berjumpa dengan Yesus kepada orang-orang yang ada didesanya. Melalui kesaksian perempuan Samaria inilah, semakin banyak orang yang berjumpa dengan Yesus, dan menjadi percaya bahwa Yesus adalah Sang Juru Selamat. Dari kisah ini kita dapat melihat adanya inisiatif pemulihan yang datang dari Yesus, melalui sapaan dan dialognya kepada perempuan Samaria. Tidak hanya berhenti pada inisiatif pemulihan yang dilakukan Yesus, tetapi juga adanya inisiatif dari perempuan Samaria untuk berani bersaksi menyatakan perjumpaannya dengan Yesus. Kita sebagai orang percaya yang mengimani Yesus sebagai Juru Selamat, tentunya juga telah mengalami perubahan hidup yang telah dipulihkan oleh Yesus. Sehingga kualitas hidup kita semestinya juga memancarkan teladan dan cinta kasih Yesus. Memiliki iman percaya kepada Yesus merupakan suatu hal yang penting. Tetapi ketika iman yang kita miliki tidak mencerminkan kasih Yesus dalam tindak laku hidup kita, nampaknya iman yang ada dalam diri kita perlu direfleksikan kembali. Oleh karena itu, mari kita merespon inisiatif Allah bagi pemulihan kita. Seperti perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus, bersedia diubahkan hidupnya dan bersaksi bagi kemuliaan Allah didalam kehidupannya di tengah masyarakat. Amin. (Amelia)

Link Sumber