BERJAGA DENGAN TERJAGA

By Admin

30 November 2019

Artikel Gerejawi



    Adven sering diartikan masa sebelum Natal. Memang ada benarnya, karena kita mendengar kata adven ketika kita mulai menyambut hari Natal. Tetapi sesungguhnya bukan sesederhana itu. Adven berasal dari bahasa latin ‘adventus’ yang berarti kedatangan. Bagi umat Kristen, adven atau kedatangan dihayati dalam dua hal, yaitu perayaan dan pengharapan. Pertama, sebagai perayaan kedatangan Tuhan dalam diri Yesus Kristus. Kedua, pengharapan akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Jadi, sepertinya tidaklah lengkap, jika Natal hanya dihayati sebagai hari kelahiran Yesus semata tanpa kedatanganNya kali yang kedua. Oleh karena itu, bacaan kita terasa melengkapi makna adven, yakni perihal tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Di sini Tuhan menyatakan suatu keadaan dan memberi suatu perintah penting. Keadaannya demikian, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:36) Bahwa Tuhan akan datang, itu sudah pasti. Tetapi kapan waktunya, itu tidak ada yang mengetahui, kecuali Tuhan sendiri. Sedangkan perintahNya demikian, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." (Matius 24:44). Berjaga-jaga dan siap sedia! Itulah pesan menyambut Natal. Bukan sekedar menyusun panitia dan anggaran. Bukan hanya membuat rangkaian kegiatan perayaan. Sekali lagi, berjaga-jaga dan siap sedia! Mengapa Tuhan Yesus berpesan demikian? Pertama, orang yang berjaga-jaga adalah orang yang setia. Ada pepatah, ‘menunggu itu membosankan’. Memang ada benarnya. Berapa banyak orang marah-marah karena waktunya habis untuk menunggu. Apalagi menurut perikop kita, kita menunggu kedatangan Tuhan yang tidak diketahui. Bisa dibayangkan, betapa membosankan. Tetapi bukan Tuhan Ysus yang salah. Tentu ada suatu alasan yang tepat dan sempurna kenapa Tuhan tidak memberitahukan waktunya. Apa itu? Kesetiaan. Orang yang setia tidak akan bosan. Mengapa? Karena orang yang setia tidak pernah menunggu dengan berpangku tangan. Orang yang setia tidak mau menanti dengan kaki terangkat ongkang-ongkang. Orang setia selalu menunggu dengan berjaga-jaga. Ia selalu menanti dengan dipenuhi rasa waspada dan tetap bekerja. Ingat, Tuhan tidak menunda kedatanganNya. KedatanganNya pasti dan tepat waktu. Hanya Yesus berharap kita tetap setia untuk berjuang dan bertahan sampai akhir. Bukan duduk-duduk dengan rasa bosan apalagi sampai tertidur. Hati-hati, orang yang ‘Kristen Natal’, yaitu orang yang sengaja memperlihatkan diri di gereja hanya pada saat perayaan Natal adalah gejala orang yang tidak setia. Ia lebih suka suasana pesta, daripada berjuang dengan berjaga-jaga. Kedua, orang-orang yang berjaga-jaga adalah orang yang sabar. Kita tidak perlu menuntut kapan Tuhan datang. Meminta kepastian Tuhan datang, sama saja tidak menghargai (jawa: kumawantun) kedudukan Tuhan. Ingatlah, kita itu hamba sedangkanTuhan adalah Sang Tuan. Ia mau pergi dan kapan kembali adalah sepenuhnya hak Sang Tuan. Tetapi Sang Tuan berpesan bahwa kita harus menanti dan berjaga-jaga, sebab di sana akan teruji kualitas kesabaran seorang hamba. Hamba yang tidak baik tidak akan pernah sabar. Dan orang yang tidak sabar juga tidak pernah sadar. Ia akan selalu menuntut bagi haknya. Ia juga akan selalu tergesa-gesa (jawa: kemrungsung) dalam melakukan kewajibannya. Dan lagi, orang yang terburu-buru –tidak sabar- selalu boros tenaga, di tengah jalan ia sudah kehabisan daya. Sangat mustahil bisa bertahan sampai akhir. Jadi menjadi sebuah teguran, supaya dalam masa Natal, jangan sampai kita malah kehabisan tenaga, karena tersita untuk berbagai acara tetapi bukan untuk berjaga-jaga dan waspada. Mungkin dua hal ini yang sering terlewat, saat Natalan dianggap suatu hajatan. Yesus sudah lahir. Benar, kita perlu mengucap syukur. Tetapi dengan waspada dalam berjaga-jaga. Batin kita dipenuhi rasa sabar dan setia. Biarlah Tuhan datang lagi sesuai waktu yang ditentukanNya. Biarlah Tuhan hadir lagi tanpa kita perlu mengetahuiNya. Asal saat itu tiba, kita didapatinya masih terjaga dan bekerja. Jangan mengulang cerita lama yang penuh ironi. Yesus lahir di dalam malam yang sunyi sepi. Tiada tempat untuk berbaring bagi Sang Bayi. Hanya tersedia sebuah palungan di dalam kandang. Mengapa ini semua terjadi? Karena dunia memang tidak berjaga-jaga, bahkan untuk menyambut Juru Selamatnya sendiri. Tetapi sekarang kita telah mengetahui. Yesus sudah lahir dan akan datang kembali. Maka jangan sampai terlelap lagi! Amin.

Link Sumber